Search Engine


powered by FreeFind

Minggu, 04 November 2007

Error in Quran

Error in Quran


[8:65] Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

tetapi


[8:66] Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Makajika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

Yang mana benar:

seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu [8:65]

ataukah

seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang [8:66]

Menjenguk Non Islam Haram hukumnya

Menjenguk Non Islam Haram hukumnya

Berikut petikannya:

Bolehkah Menjenguk Non Muslim yang sakit ?
Penulis: Ustadz Abu Hamzah Yusuf
Muammalah, 01 - Agustus - 2003, 08:14:53


Tanya: Assalamu 'alaikum wa rohmatullah wa barokatuh. Ustadz, saya mau bertanya, saya punya tetangga yang sakit tetapi non muslim, apa ada kewajiban untuk menjenguknya? Syukron. (Hamba Allah, Bandung).

Jawab: Wa' alaikum salam wa rohmatullah wa barokatuh. Sebelum menjawab pertanyaan saudara, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam hal 'iyadatul maridh / menjenguk orang sakit.

Pertama: menjenguk orang sakit adalah perkara yang dianjurkan dan disunnahkan, bukan dari perkara-perkara yang wajib.

Kedua: tidak semua orang yang sakit harus dijenguk, maksudnya adalah jika sakitnya mencegah dia dari keluar rumah dan bertemu dengan orang-orang, maka disunnahkan untuk menjenguknya. Adapun kalau dengan sakitnya masih dapat keluar rumah dan dapat bertemu dengan orang-orang maka tidak harus untuk menjenguknya. Kami perjelas dengan satu contoh: orang yang menderita flu misalnya, jika flunya ringan sehingga ia masih dapat jalan-jalan keluar rumah dan lain sebagainya, maka tidak dijenguk, tapi kalau flunya berat, menahannya dari keluar rumah dan aktivitas lainnya, maka harus dijenguk, dan demikian seterusnya.

Ketiga : Mengenai menjenguk orang sakit yang non muslim, maka tidak boleh untuk menjenguknya dan haram hukumnya,menjenguknya dalam rangka mengajak kepada Islam, telah ada dari Rosulullah SAW bahwasanya beliau menjenguk seorang yahudi di penghujung kematiannya kemudian beliau mengajaknya masuk Islam, lalu dia (yahudi) melirik ke bapaknya seperti ingin minta pendapatnya, kemudian bapaknya berkata, "Taatilah Muhammad.", lalu dia (yahudi) mengucapkan syahadat, dan masuk Islam. (HR Bukhari). Wallahul Musta'an.

Jadi jelas sekali bahwa menjenguk non islam yang sakit itu forbidden oleh shariah TERKECUALI mengajaknya masuk islam (muallaf).....bener bener Rahmatan Lil 'alam

Muhammad hanya menghalalkan mengunjungi KAFIR (non islam) jika tujuannya adalah UNTUK MENGISLAMKAN mereka. Itu fakta dan muslim tidak mampu menghadirkan hadist yang melawan itu.

Sisipan Palsu dalam Tarjamah Quran

Sisipan Palsu dalam Tarjamah Quran

Setelah membaca perikop Quran dalam bahasa arab, ternyata ada ayat palsu yg disisipkan oleh tarjamahan Quran Diraja Malaysia dan Depag RI yg mana tiada tercantum dalam naskah asli Quran berbahasa arab., berikut dibawah ini sebagai example (contoh):

sebagai contoh Quran versi DEPAG RI:

QS 5:68. Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu." Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir itu.

dari yg saya boldkan ("dan Al Quran") ini tiada tertulis dalam mushaf Quran berbahasa arab, yang lebih lucu lagi tarjamah Quran malaysia, apakah kedua nagara yg berugama Islam ini tau tulisan Arab???

sebagai contoh Quran versi Malaysia:

Katakanlah: "Wahai Ahli Kitab! Kamu tidak dikira mempunyai sesuatu ugama sehingga kamu tegakkan ajaran Kitab-kitab Taurat dan Injil (yang membawa kamu percaya kepada Nabi Muhammad) dan apa yang diturunkan kepada kamu dari Tuhan kamu (iaitu Al-Quran)" ...........

Tetapi dalam TEXT QURAN (Bahasa Arab) tiada pernah mencantumkan kata "dan Quran (versi indo)" atau "iatu Al Quran (versi malaysia)", berikut petikannya:

QS 5:68

Qul ya ahla alkitabi lastum AAala shayin hatta tuqeemoo alttawrata waalinjeela wama onzila ilaykum min rabbikum.........

Tarjamah Bebas:

"Katakanlah wahai Ahli Kitab, sesungguhnya engkau (Ahli Kitab) tidak dipandang sedikitpun beragama hingga menegakkan ajaran yang tertulis dalam TAURAT dan Injil yang telah diturunkan kepadamu (Ahli Kitab) dari Tuhanmu.......

Ayat ini bercerita tentang hubungan Ahlul kitab (Jews dan Kristian) dengan Tuhannya beserta kitabnya (Taurat dan Injeel) dan bukan hubungan muslim dengan Tuhannya beserta kitabnya (quran). Dikarenakan apa saya bisa mengatakan hal demikian?? dikarenakan 2 faktor iatu:
  1. Disana tertulis kata " ilaykum" yg bermakna "bagimu", kata "bagimu" itu merujuk kepada Ahli Kitab (Yahudi dan kristian) dan bukan Islam / Muhammad (Quran).
  2. At Tawrata wal Injeela iatu bermakna "Taurat dan Injil" ini merujuk kepada kitab yg ada pada Ahli Kitab (Taurat dan Injil).
Yang menjadi soalan yakni

  1. kenapa disisipkan (frase kata palsu) "dan Quran / iatu Al Quran" padahal jelas sekali dalam Quran berbahasa arab tidak ada tertulis kata "dan Quran / iatu Al Quran"
  2. Kontek kalimatnya sahaja menceritakan tentang Ahlul Kitab bukan Islam
  3. Kontek kalimat "ilaykoum" itu sahaja merujuk kepada Ahlul Kitab dan bukan Islam
Kenapa begitu lancang tangan jahil dari penerjemah Quran yang begitu tega menyisipkan sisipan palsu dalam Quran, dimana text aslinya (bahasa arab) tiada pernah menuliskan hal itu (sisipan)??

Nasib Captive Womens dalam Islam

Nasib Captive Womens dalam Islam


Islam dengan true facaenya (taqiyya wal taquiah) mengatakan bahwa Islam adalah agama damai bagi alam semesta (Rahmatan lil 'alam), dan menjunjung tinggi nilai HAM, tapi apakah benar hal itu??? ataukah sekedar hoax dari Islamic Scholar untuk menutupi nanah busuk agama Islam tersebut??....mari kita baca petikan Sirakh Nabawiyyah dibawah ini:

Pembagian Fay'l (Harta rampasan perang)

Ibnu Ishaq berkata, "Setelah itu, Rasulullah SAW membagi-bagi kekayaan, wanita-wanita, dan anak-anak Bani Quraidbah kepada kaum Muslimin. Hari itu juga, beliau mengumumkan jalah tentata berkuda (kavalerl}, jatah tentara pejalan kaki {infantri), dan mengeluarkan seperlima daripadanya. Tentara bekuda (kavalerl) mendapat tiga jatah; dua latah untuk kuda dan satu jatah untuk penunggangnya. Sedang tentara pejalan kaki (infantri) mendapatkan satu jatah. Jumlah kuda Bam Quraidhah ketika itu adalah tiga puluh enam ekor. Itulah fay'l yang pertama kali dibagi sesuai dengan wpedima darlpadanya dikeluarkan, dan sunnah Ra&ulullah SAW dalam pembagian fay'i dl perarig. Setelah itu, Rasulullah SAW mengirim Sa'ad bin Zaid Al-Anshari saudara Banl Abdul Asyhal membawa tawanan-tawanan wanita Bani Quraidhah ke Najed dan menukar mereka dengan kuda-kuda dan senjata."

wah...wah.. seringkali Islamic Scholar berhujah bahwa "muhammad" menikahi janda janda agar dapat menolongnya, tapi kok kenyataannya para budak khumus (captives women) ditukar dengan kuda??? kok tidak dinikahi agar seturut dengan "sunnah rasoul"??? Bukankah ISLAM sangat MENGHARGAI martabat wanita?? kenapa sekarang malah DITELANTARKAN dan di tukar dgn kuda??

Setelah itu marilah kita simak penuturan Hadist tentang nasib captive womens in Islam, berikut tulisannya:

Sunnah Rasoul (Hadist) ===> wajib dicontoh muslim kaffah !!!!

MUSLIM, Book 008, Number 3388:
Jabir (Allah be pleased with him) reported: We used to practise 'azl during the lifetime of Allah's Messenger (may peace be upon him). This (the news of this practise) reached Allah's Apostle (may peace be upon him), and he did not forbid us.


BUKHARI, Volume 5, Book 59, Number 637:
Narrated Buraida:
The Prophet sent 'Ali to Khalid to bring the Khumus (of the booty) and I hated Ali, and 'Ali had taken a bath (after a sexual act with a slave-girl from the Khumus). I said to Khalid, "Don't you see this (i.e. Ali)?" When we reached the Prophet I mentioned that to him. He said, "O Buraida! Do you hate Ali?" I said, "Yes." He said, "Do you hate him, for he deserves more than that from the Khumus."



Sahih Muslim Book 008, Number 3371:
Abu Sirma berkata kepada Abu Sa’id al Khadri: O Abu Sa’id, apakah kau mendengar Rasul Allah berkata tentang al-azl (coitus interruptus)? Dia berkata: Ya, dan menambahkan: Kami pergi bersama Rasul Allah dalam perjalanan ke Bi’l-Mustaliq dan mengambil tawanan2 wanita Arab yang cantik2; kami terangsang melihat mereka, karena kami jauh dari istri2 kami, (tapi pada saat yang sama) kami juga ingin menggunakan mereka sebagai sandra untuk ditebus (dengan uang). Karena itu kami mengambil keputusan untuk berhubungan seks dengan mereka (captive womens) tapi dengan melakukan azl (coitus interruptus)

Sahih Muslim Book 008, Number 3373:
Abu Sa'id al-Khudri melaporkan: Kami menangkap tawanan2 wanita dan kami ingin melakukan ‘azl/coitus interruptus dengan mereka

Sungguh malang nian harkat dan martabat wanita setelah jatuh ditangan Islam, agama "pecinta damai" ini sudah jatuh (tertangkap Islam) tertimpa penis muslim pulak (di coitus)....benar benar Agama Rahmatan lil 'alam....memang Islam hanya cocok bagi muslim yang berakhlaq rendah berotak sperma...entah nabi ataupun pengikut sama sahaja, wallahu'alam bishwob.