Search Engine


powered by FreeFind

Jumat, 21 September 2007

Inkonsistensi Quran Sebagai Kalam Allah (1)

Inkonsistensi Quran (1)

By Rebecca & Abdel Maseeh Ibn Youhana

Pertentangan 11.

[8:33] Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun.

AYAT PENGGANTI

[34] Kenapa Allah tidak mengazab mereka padahal mereka menghalangi orang untuk (mendatangi) Masjidilharam dan mereka bukanlah orang-orang yang berhak menguasainya? Orang-orang yang berhak menguasai (nya), hanyalah orang-orang yang bertakwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

[35] Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu, lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu.

Pertentangan 12.

[8:38] Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunah (Allah terhadap) orang-orang dahulu".

AYAT PENGGANTI

[9:80] Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendati pun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.

Pertentangan 13.

[8:65] Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antaramu, mereka dapat mengalahkan seribu daripada orang-orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

AYAT PENGGANTI

[8:66] Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada di antaramu seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang; dan jika di antaramu ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang dengan seizin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.

Pertentangan 14.

[9:39] Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudaratan kepada-Nya sedikit pun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

AYAT PENGGANTI

[9:122] Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Pertentangan 15.

[9:45] Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.

AYAT PENGGANTI

[24:62] Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Inkonsistensi Quran Sebagai Kalam Allah

Inkonsistensi Quran

By Rebecca & Abdel Maseeh Ibn Youhana

Bersedudukan dan bersokongan hujah yang saya kutipkan seturut pengakuan yang tercatit pada Al Qur'anul Kareem, dan mengcomparasi (membandingkan) ayat ayat dalam Quran, maka didaptkanla suatu Inkonsistensi dalam penulisan Quran, bersokong pada ayat Quranul Karem seperti dibawah ini:

Dalil 1: QS 48:28:

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.


Dalil 2: QS 39:28:

(Ialah) Al Quraan dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.


Dalil 3: QS 4:82

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur`an ? Kalau kiranya Al Qur`an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya.


Pertentangan 1.

[2:62] Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja di antara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

Ayat PENGGANTI:

[3:85] Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.

Pertentangan 2.

[2:109] Sebahagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kamu kepada kekafiran setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Ayat PENGGANTI:

[9:29] Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.

Pertentangan 3.

[2:115] Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Ayat PENGGANTI:

[2:144] Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidilharam. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidilharam itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan.

Pertentangan 4.

[2:190] Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampaui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.

AYAT PENGGANTI

[9:36] Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Pertentangan 5.

[2:219] Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya". Dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: "Yang lebih dari keperluan." Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berpikir,

AYAT PENGGANTI

[16:67] Dan dari buah kurma dan anggur, kamu buat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan.

Pertentangan 6.

[3:145] Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

AYAT PENGGANTI

[17:18] Barang siapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahanam; ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir.

Pertentangan 7.

[4:10] Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara lalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).

AYAT PENGGANTI

[4:6] Dan ujilah anak yatim itu sampai mereka cukup umur untuk kawin. Kemudian jika menurut pendapatmu mereka telah cerdas (pandai memelihara harta), maka serahkanlah kepada mereka harta-hartanya. Dan janganlah kamu makan harta anak yatim lebih dari batas kepatutan dan (janganlah kamu) tergesa-gesa (membelanjakannya) sebelum mereka dewasa. Barang siapa (di antara pemelihara itu) mampu, maka hendaklah ia menahan diri (dari memakan harta anak yatim itu) dan barang siapa miskin, maka bolehlah ia makan harta itu menurut yang patut. Kemudian apabila kamu menyerahkan harta kepada mereka, maka hendaklah kamu adakan saksi-saksi (tentang penyerahan itu) bagi mereka. Dan cukuplah Allah sebagai Pengawas (atas persaksian itu).

Pertentangan 8.

[4:64] Dan kami tidak mengutus seseorang rasul, melainkan untuk ditaati dengan seizin Allah. Sesungguhnya jika mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasul pun memohonkan ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang.

AYAT PENGGANTI

[9:80] Kamu memohonkan ampun bagi mereka atau tidak kamu mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendati pun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, namun Allah sekali-kali tidak akan memberi ampun kepada mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik.


Pertentangan 9.

[4:71] Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama!

AYAT PENGGANTI

[9:122] Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Pertentangan 10.

[5:99] Kewajiban Rasul tidak lain hanyalah menyampaikan, dan Allah mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.

AYAT PENGGANTI

[9:29] Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.


Zinah atau Sunnah melihat wanita Bugil??

Zinah atau Sunnah melihat wanita Bugil??

By Rebecca & Abdel Maseeh Ibn Youhana

Romantika Zaynab dan Muhammad memang merupakan sumber malapetaka bagi kaum muslim, bagaimana hal ini dikatakan suatu malapetaka, bisa kita saksikan dalam Tarikh Al Muluk war Rasoul Baqlam At Tabari (Sejarah Raja dan Rasoul penulis At Tabari), seperti dibawah ini:

Imam Tabari (Tabari, vol 8 ):
"One day Muhammad went out looking for Zaid (Mohammed's adopted son). Now there was a covering of hair cloth over the doorway, but the wind had lifted the covering so that the doorway was uncovered. Zaynab was in her chamber, undressed, and admiration for her entered the heart of the Prophet".

Tarjamah dalam bahasa Indonesia

Suatu hari Muhammad pergi mencari Zayd. Ada satu penutup kain di atas lubang pintu, tetapi angin mengingkapkan tirai itu sehingga lubang pintu terbuka. Zaynab berada di kamarnya, telanjang, dan kekaguman terhadapnya memasuki hati Nabi. Setelah itu Allah membuatnya tidak menarik bagi Zayd.

Tentang Biography At Tabari:

This old man was Tabari, one of the greatest historians of Islam. The Caliph had offered him a handsome pension and sent costly presents in recognition of his contribution to Islamic learning. The celebrated historian refused to accept anything for his services to learning as he did not want to sell his pen.

(Link Source:
http://www.renaissance.com.pk/myletfor95.html)


Padahal dalam Quran dikatakan:

Firman Allah SWT yang artinya, “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra: 32).

“Katakanlah kepada orang-orang mukmin laki-laki: ‘Hendaklah mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya ….’ Dan katakanlah kepada orang-orang mukmin perempuan: ‘Hendaknya mereka itu menundukkan sebahagian pandangannya dan menjaga kemaluannya …’.”
(An-Nur: 30–31)
.


Padahal dalam hukum Islam (Sunnah Muhammad), dikatakan:

Dari Jarir bin Abdullah, ia berkata, “Saya bertanya kepada Rasulullah saw. tentang melihat dengan mendadak. Maka jawab Nabi, ‘Palingkanlah pandanganmu itu!” (HR Muslim, Abu Daud, Ahmad, dan Tirmizi).

add saya: padahal dalam kasus ini muhammad tidak memalingkan wajahnya malah menatap penuh nafsu kepada zaynab

Dari Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah saw. telah bersabda yang artinya, “Kedua mata itu bisa melakukan zina, kedua tangan itu (bisa) melakukan zina, kedua kaki itu (bisa) melakukan zina. Dan kesemuanya itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” (Hadis sahih diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim dari Ibn Abbas dan Abu Hurairah).

Ath-Thabarani dan Al-Hakim meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Allah berfirman yang artinya, ‘Penglihatan (melihat wanita) itu sebagai panah iblis yang sangat beracun, maka siapa mengelakkan (meninggalkannya) karena takut pada-Ku, maka Aku menggantikannya dengan iman yang dapat dirasakan manisnya dalam hatinya.”

Ath-Thabarani meriwayatkan, Nabi saw. bersabda yang artinya, “Awaslah kamu dari bersendirian dengan wanita, demi Allah yang jiwaku di tangan-Nya, tiada seorang lelaki yang bersendirian (bersembunyian) dengan wanita malainkan dimasuki oleh setan antara keduanya. Dan, seorang yang berdesakkan dengan babi yang berlumuran lumpur yang basi lebih baik daripada bersentuhan bahu dengan bahu wanita yang tidak halal baginya.”

Dari Ghazwan ibn Jarir, dari ayahnya bahwa mereka berbicara kepada Ali ibn Abi Thalib mengenai beberapa perbuatan keji. Lantas Ali r.a. berkata kepada mereka, “Apakah kalian tahu perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Jalla Sya’nuhu?” Mereka berkata, “Wahai Amir al-Mukminin, semua bentuk zina adalah perbuatan keji di sisi Allah.” Ali r.a. berkata, “Akan tetapi, aku akan memberitahukan kepada kalian sebuah bentuk perbuatan zina yang paling keji di sisi Allah Tabaaraka wa Taala.


bersedudukan dan bersokong hujah dari uraian ayat Quran dan sabda muhammad, dapat kita buat suatu simpulan bahwa muhammad memang berzinah dgn zaynab (kategori zinah mata), oleh karena itu merupakan suatu perbuatan yang keji dimata Allah, apalagi muhammad adalah "nabi", inikah contoh "Rahmatan lil 'Alam" dan contoh Kamilul Insan (Manusia sempurna)????

Kaji Ulang Pemenggalan Kepala dalam Islam

Kaji Ulang Pemenggalan Kepala dalam Islam

By Abdel Maseeh Ibn Youhana

Bersedudukan dalam Quran, Allah SWT memerintahkan untuk membunuh kafir dengan cara dipenggal, seperti ayat Quran dibawah ini:

5:33-“The punishment of those who wage war against Allah and His Messenger, and strive with might and main for mischief through the land is: execution (by beheading), or crucifixion, or the cutting off of hands and feet from opposite sides, or exile from the land: that is their disgrace in this world, and a heavy punishment is theirs in the Hereafter;”

[8.12]... maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka.

[47.4] Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka ...

Menurut Hadist

Allah cinta pemenggalan—Kais memotong kepala al-Aswad dan berteriak ‘ALLAHU AKBAR’ (Baladhuri, 2002, p. 161)

Tabari VII:81 "‘Apa pendapatmu Khattab?' Muhamad bertanya. ‘Saya katakan, kau harus menyerahkannya kepadaku shg saya dapat MEMOTONG KEPALA MEREKA. Jadi Allah akan tahu bahwa tidak ada pengampunan dlm hati kami bagi kafir.'

Ishaq 368 "KAMI MEMBAWA KEPALANYA KPD MUHAMAD pada malam hari, menyalami nabi saat ia berdiri utk solat, dan (kami) melemparkan kepala Ashraf didepan kakinya. NABI MEMUJI ALLAH BAHWA SANG NABI TELAH DIBUNUH, dan memberi kami pujian atas pekerjaan bagus bagi jalan Allah ...

Ishaq:369 ‘Demi Allah, kalau Muhamad memerintahkan saya utk membunuhmu, saudaraku, saya akan MEMOTONG kepalamu.'Yg dibalas oleh saudaranya itu, ‘Setiap agama yg bisa membawa ini kepadamu memang indah adanya !

Tabari VIII:122/Ishaq:515 "Nabi memberi perintah ttg Kinanah kpd Zubayr, dng mengatakan, ‘SIKSA ia sampai kau memeras segala apa yg diketahuinya. Jadi Zubayr menempelkan besi panas pada dada
Kinanah, (menekan besi itu) sambil memutar2nya sampai Kinanah hampir mati. Lalu Rasul memberikannya ke Maslamah, yg MEMENGGAL KEPALAnya.

Tabari IX:69 "Membunuh kafir adalah hal kecil bagi kami."

Ishaq:489 "Apakah orang2 itu (the bastards) pikir bahwa kami tidak sederajad dlm berperang ? Kami lelaki yg berpikir bahwa tidak ada hal memalukan dlm membunuh."


Conclusi: Jelas sekali adab barbar ini masih diadapsi oleh Islam yg bersokongan pada sunnah muhammad dan Quran sebagai Hukum yang tertinggi dalam Dunia Islam (Darul Salam)

Tiada Paksaan dalam Islam???

Tiada Paksaan dalam Islam???

By Rebecca & Ali 5196

Hadis Sahih Bukhari, Volume 5, Book 59, Number 628:
Dikisahkan oleh ayah Salim:

"Sang Nabi mengirim Khalid bin Al-Walid ke suku Jadhima dan Khalid mengundang mereka untuk memeluk Islam tapi mereka tidak sanggup mengatakan, “Aslamna (yakni kami memeluk Islam),” dan mereka mulai berkata, “Saba’na! Saba’na (yakni kami telah meninggalkan agama lama dan memeluk agama baru).” Khalid terus-menerus membunuh (beberapa dari mereka) dan menahan sebagian dari mereka dan menyerahkan setiap tawanan kepada kami. Ketika suatu hari Khalid memerintah setiap orang (tentara Muslim) untuk membunuh tawanan2 itu, aku berkata, “Demi Allah, aku tidak akan membunuh tawananku, dan tiada kawan2ku yang mau membunuh tawanan2 mereka pula.” Ketika kami datang kepada Nabi, kami menyampaikan seluruh cerita. Mendengar itu, Muhammad mengangkat kedua tangannya dan berkata dua kali,”O Allah! Aku bebas dari apa yang telah dilakukan Khalid.” "

Ini lagi contohnya, menurut Ibn Ishak [Sirat Rasul Allah], Muhammad telah memerintahkan Khalid untuk membunuh B. Jadhimah karena tidak mau memeluk Islam.

Inilah kisah kekejaman tentara Muslim seperti yang dikisahkan oleh seorang Jihadis [Tabari, vol.viii, p.19] ketika Khalid menyerang B. Jadhimah:

Menurut Sa’id b. Yahya al-Umawi …. Abdallah b. Abi Hadrad, yang berkata:
"Aku termasuk diantara tentara berkuda di bawah pimpinan Khalid hari itu. Seseorang dari pemuda2 mereka, - dia adalah salah satu dari para tawanan, kedua tangannya terikat di lehernya dengan seutas tali, dan beberapa wanita dikumpulkan tidak jauh dari dirinya – dia berkata kepadaku, “Anak muda!” “Ya, “ kujawab. Dia berkata, “Sudikah kau memegang tali ini dan menuntunku ke arah para wanita itu, sehingga aku bisa berbicara dengan mereka? Setelah itu kau bisa membawaku kembali dan berbuat sekena hatimu atas diriku.” Aku berkata, “Demi Tuhan, yang kau minta adalah hal sepele.” Aku pegang talinya dan membimbingnya sampai berada dekat kaum wanita itu. Dia berkata, “Selamat tinggal, Hubayshah, karena nyawaku sudah habis!”
Saat orang itu bertemu dengan kekasih hatinya, dia lalu melantunkan sajak bagi wanita itu dan wanita itu menjawab, “Dan engkau – semoga engkau hidup selama 10 tahun, lalu 7 tahun tanpa gangguan, dan 8 tahun lagi setelah itu!”

Setelah itu para Jihadis membawanya pergi dan memenggal kepalanya. Sang wanita yang sedih itu berlari menghampiri kekasihnya yang sudah putus kepalanya, menjatuhkan dirinya dan terus menciuminya sampai dia pun mati di sebelah kekasihnya. "


Hadis Sahih Bukhari, Volume 1, Book 2, Number 24:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar:
Rasul Allah berkata, “Aku telah diperintahkan (oleh Allah) untuk memerangi orang2 sampai mereka mengaku bahwa tidak ada yang patut disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah, dan melakukan solat dan membayar zakat, sehingga jika mereka melakukan hal itu, maka selamatlah nyawa dan harta mereka dariku kecuali dari hukum2 Islam dan amal mereka akan dihitung oleh Allah.”


Hadith Sahih Bukhari, Volume 2, Book 24, Number 573:
Dikisahkan oleh Abu Ma’bad,:
(Budak milik Ibn Abbas) Rasul Allah berkata kepada Muadh ketika dia mengirimnya ke Yemen, “Pergilah kau kepada orang2 Kitab. Ketika kau tiba di sana, ajaklah mereka untuk bersaksi bahwa tiada yang layak disembah kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah RasulNya. Dan jika mereka mentaatimu, katakan kepada mereka bahwa Allah memerintahkan mereka melakukan sembahyang 5 kali di waktu siang dan malam. Dan jika mereka mentaatimu untuk melakukan itu, katakan bahwa Allah mewajibkan mereka untuk bayar Zakat yang akan diambil dari orang2 yang mampu diantara mereka untuk diberikan kepada orang2 miskin diantara mereka. Jika mereka mentaatimu untuk melakukan hal itu, maka janganlah mengambil barang2 terbaik milik mereka, dan takutlah akan kutukan orang yang tertindas karena tidak ada sekat antara doanya dan Allah.”

Ini pengakuan Muhammad sendiri:
Hadis Sahih Bukhari, Vol. IV, bab 88:
Dikisahkan oleh Ibn ‘Umar bahwa sang Nabi berkata,”Mata pencaharianku ada di bawah bayangan tombakku, (1) dan dia yang tidak menaati perintahku akan dihinakan dengan membayar Jizya.”

Catatan: (1) “Di bawah bayangan tombakku” berarti “dari jarahan perang”.

Ref: The Translation of the Meanings of Sahih Al-Bukhari, Arabic-English, Vol.IV (page 104) by Dr. Muhammad Muhsin Khan, Islamic University—Al-Medina Al-Munauwara

Hadis Sahih Bukhari Volume 4, Book 53, Number 351:
Dikisahkan oleh Jabir bin Abdullah:
Rasul Allah berkata,”Barang jarahan adalah halal bagiku.”

Nabi Terakhir Islam adalah BINATANG???

Nabi Terakhir Islam adalah BINATANG???

By Ali5196


27:82. And when the Word (of torment) is fulfilled against them, We shall bring out from the earth a beast to them, which will speak to them because mankind believed not with certainty in Our Ayât (Verses of the Qur'ân and Prophet Muhammad). (Tr. Hilali and Khan, the Noble Qur’an).

[27.82] Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.

Mungkinkah Nabi terakhir umat Islam adalah Binatang kalau bersedudukan kepada Ayat Quran diatas???

Muhammad Menjual Budak

Pekerjaan Muhammad

By Rebecca

Muslim, B15, N4116:

Jabir is reported to have said: A person amongst the Ansar who had no other property declared a slave free after his death. Allah's Messenger (may peace be upon him) sold him, and Ibn al-Nahham bought him and he was a Coptic slave (who) died in the first year of the Caliphate of Ibn Zubair.


BUKHARI, Volume 5, Book 59, Number 637:
Narrated Buraida:
The Prophet sent 'Ali to Khalid to bring the Khumus (of the booty) and I hated Ali, and 'Ali had taken a bath (after a sexual act with a slave-girl from the Khumus). I said to Khalid, "Don't you see this (i.e. Ali)?" When we reached the Prophet I mentioned that to him. He said, "O Buraida! Do you hate Ali?" I said, "Yes." He said, "Do you hate him, for he deserves more than that from the Khumlus."

BUKHARI, Volume 3, Book 47, Number 765:
Narrated Kurib:
the freed slave of Ibn 'Abbas, that Maimuna bint Al-Harith told him that she manumitted a slave-girl without taking the permission of the Prophet. On the day when it was her turn to be with the Prophet, she said, "Do you know, O Allah's Apostle, that I have manumitted my slave-girl?" He said, "Have you really?" She replied in the affirmative. He said, "You would have got more reward if you had given her (i.e. the slave-girl) to one of your maternal uncles."

Abu Sirma said to Abu Sa'id al Khadri (Allah he pleased with him): 0 Abu Sa'id, did you hear Allah's Messenger (may peace be upon him) mentioning al-'azl? He said: Yes, and added: We went out with Allah's Messenger (may peace be upon him) on the expedition to the Bi'l-Mustaliq and took captive some excellent Arab women; and we desired them, for we were suffering from the absence of our wives, (but at the same time) we also desired ransom for them. So we decided to have sexual intercourse with them but by observing 'azl (Withdrawing the male sexual organ before emission of semen to avoid conception). But we said: We are doing an act whereas Allah's Messenger is amongst us; why not ask him? So we asked Allah's Messenger (may peace be upon him), and he said: It does not matter if you do not do it, for every soul that is to be born up to the Day of Resurrection will be born. Sahih Muslim Book 8 Number 3371

MUSLIM, Book 015, Number 4116:
Jabir is reported to have said: A person amongst the Ansar who had no other property declared a slave free after his death. Allah's Messenger (may peace be upon him) sold him, and Ibn al-Nahham bought him and he was a Coptic slave (who) died in the first year of the Caliphate of Ibn Zubair.

BUKHARI, Volume 3, Book 46, Number 711:
Narrated Jabir bin 'Abdullah:
A man amongst us declared that his slave would be freed after his death. The Prophet called for that slave and sold him. The slave died the same year.

BUKHARI, Volume 3, Book 41, Number 598:
Narrated Jabir: A man manumitted a slave and he had no other property than that, so the Prophet cancelled the manumission (and sold the slave for him). No'aim bin Al-Nahham bought the slave from him.

BUKHARI, Volume 9, Book 89, Number 296:
Narrated Jabir:
The Prophet came to know that one of his companions had given the promise of freeing his slave after his death, but as he had no other property than that slave, the Prophet sold that slave for 800 dirhams and sent the price to him.

MUSLIM, Book 005, Number 2183:
Jabir reported: A person from the Banu 'Udhra set a slave free after his death. This news reached the Messenger of Allah (may peace be upon hhn). Upon this he said: Have you any property besides it? He said: No. Upon this he said: Who would buy (this slave) from me? Nulaim b. Abdullah bought it for eight hundred dirhams and (this amount was) brought to the Messenger of Allah (may peace be upon him) who returned it to him (the owner), and then said: Start with your own self and spend it on yourself, and if anything is left, it should be spent on your family, and if anything is left (after meeting the needs of the family) it should be spent on relatives, and if anything is left from the family, it should be spent like this, like this. And he was saying: In front of you, on your right and on your left.

MUSLIM, Book 010, Number 3901:
Jabir (Allah be pleased with him) reported: There came a slave and pledg- ed allegiance to Allah's Apostle (may peace be upon him) on migration; he (the Holy Prophet) did not know that he was a slave. Then there came his master and demanded him back, whereupon Allah's Apostle (may peace be upon him) said: Sell him to me. And he bought him for two black slaves, and he did not afterwards take allegiance from anyone until he had asked him whether he was a slave (or a free man)

MUSLIM, Book 015, Number 4116:
Jabir is reported to have said: A person amongst the Ansar who had no other property declared a slave free after his death. Allah's Messenger (may peace be upon him) sold him, and Ibn al-Nahham bought him and he was a Coptic slave (who) died in the first year of the Caliphate of Ibn Zubair.

Volume 8, Book 79, Number 707:
Narrated 'Amr:
Jabir said: An Ansari man made his slave a Mudabbar and he had no other property than him. When the Prophet heard of that, he said (to his companions), "Who wants to buy him (i.e., the slave) for me?" Nu'aim bin An-Nahham bought him for eight hundred Dirhams. I heard Jabir saying, "That was a coptic slave who died in the same year."

Book 015, Hadith Number 4116.

Jabir is reported to have said: A person amongst the Ansar who had no other property declared a slave free after his death. Allah's Messenger (may peace be upon him) sold him, and Ibn al-Nahham bought him and he was a Coptic slave (who) died in the first year of the Caliphate of Ibn Zubair.