Search Engine


powered by FreeFind

Kamis, 13 September 2007

Muhammad Melanggar Sex pada waktu puasa???

Sesuai dengan Quran sebagai pembanding kenabian Muhammad dengan sirakh serta dengan sunnahnya, maka baikla kita tinjau dan kaji ulang kenabian muhammad dalam hadistnya bersandarkan pada Shariah Allah SWT dalam Quran.

QS 2:187
Diperbolehkan bagimu, dalam malam puasa, untuk mendekati istri2mu. Mereka adalah pakaianmu dan kamu adalah pakaian mereka. Allah tahu apa yang kau lakukan secara rahasia diantara kamu; tapi Dia mengampuni padamu dan memaafkanmu; jadi sekarang berhubunganlah dengan mereka, dan ikutlah apa yang Allah telah takdirkan bagimu, dan makan dan minum, sampai tampak bagimu benang putih dari benang hitam yakni sinar fajar; lalu tuntaskan puasamu sampai malam tiba; tapi jangan berhubungan dengan istri2mu ketika kau sedang mendekatkan diri (dengan Allah) di mesjid. Inilah aturan2 (yang ditetapkan Allah): karenanya turutilah. Demikianlah Allah menerangkan Tanda2Nya kepada manusia: agar mereka belajar mengekang diri.

Bersedudukan dengan Quran pada ayat diatas maka berhubungan sexuil hanyala boleh pada malam setelah puasa lewat, tetapi nyatanya muhammad sebagai "nabi" melanggar aturan yang sudah disampaikan ALLAH SWT, benarkah itu??? marilah kita tengok hadist - hadist nabi Muhammad SAW seperti dibawah ini:

Sahih Bukhari 1.6.319

Muhammad tidur bersama Umm Salama sewaktu Umm sedang mens, menciumnya tatkala puasa.

Sahih Bukhari: Volume 1, Buku 6, Nomer 319:

Dikisahkan oleh Zainab bint Abi Salama:
Um-Salama berkata, "Saya mengalami mens ketika sedang berbaring dengan Nabi di bawah selimut wol. Lalu aku ke luar dari selimut, mengambil pakaian untuk mens dan mengenakannya. Rasul Allah berkata, “Apakah kau sedang mens?” Aku jawab, “Ya”. Lalu dia memanggilku dan merengkuhku ke bawah selimut wol.” Um Salama kemudian berkata, “Sang Nabi biasa menciumku saat dia puasa. Sang Nabi dan aku biasa mandi Janaba dari satu baskom.”


Sunaan Abu Dawud: Buku 13, Nomer 2380:

Dikisahkan oleh Aisha, Ummul Mu'minin:
Sang Nabi biasa menciumnya dan menghisap lidahnya ketika dia sedang puasa.

Dari petikan hadist diatas, nyatalah sudah bahwa muhammad melanggar aturah dan shariah yang sudah dituliskan Allah SWT dalam ayat diatas, bahwa berhubungan sexuil hanyala boleh setelah puasa berakhir (malam hari),serta jelas dan kentara sekali muhammad tiada bisa mengontrol nafsu sexuilnya waktu puasa. wallahu'alam


Ayat - ayat pilihan untuk Muhammad:

QS 2:231 Janganlah kamu jadikan hukum-hukum Allah permainan

Tidak ada komentar: